Tags

, , ,

apakah orang yang tidak berasal dari latar belakang pendidikan agama tidak bisa menjadi seorag murabbi ??

Pertanyaan yang sangat bagus…
ana kan coba jelaskan semoga Antum bisa memahaminya.

1.Pertama: Tarbiyah bukan utk mencetak orang yg ahli agama atau mendalam pemahamannya dalam agama. Karena ahli dan mendalam itu harus mengikuti jalur ilmiah dan akademik yang berurut dan terukur..

2.Kedua. Tarbiyah adalah saran untuk melatih, membentuk kader2 pekerja dakwah, yang siap bekerja dengan maksimal dalam kualitas kepatuhan dan keprajuritan yg kuat. Sebab dalam pertarungan antara haq dengan yg bathil, pasukan yang menang adalah pasukan yg berisikan prajurit2 yg militan dan patuh dalam kebaikan, walaupun secra keilmuan tidak terlalu kuat.
Sebaliknya, pasukan yg berisikan prajurit yg hebat dan handal dalam keilmuan, mendalam dalam pemahaman, tetapi lemah dalam kepatuhan dan militansi, bisa dipastikan akan kalah.

3.Ketiga. Tarbiyah memberikan kunci2 pemahaman agama. Yg kemudian perlu dibutuhkan pendalaman dan perluasan, dgn cara tasqif, ta’lim, membaca buku dan literatur, bertanya dan berkonsultasi dll…

Bila ada 2 pasukan saling berhadapan, sama-sama berkekuatan 1000 orang. Satu pasukan berisikan pakar tafsir, pakar hadits, pakar fiqh, pakar aqidah, tetapi tdk memiliki loyalitas dan kepatuhan yg baik. Sedangkan pasukan yg lain terdiri dari orang-orang biasa, sebagian kecil saja yg ahli dibidangnya… namun maksimal dalam kepatuhan dan keprajuritan… makanakah yg kuat diantara keduanya?

Sesungguhnya barisan para sahabat dan tabiin, tidak mayoritas yg jago dan pakar dalam ilmu2 Islam. Mayoritas berada dalam posisi standar saja. Tapi, tidak ada yg meragukan sikap keprajuritan mereka. Maka jadilah mereka penakluk2 pasukan besar. 40 ribu bisa mengalahkan 200ribu..
10 ribu bisa mengalahkan 40 ribu.. dan seterusnya..

——————————-

dan ini tentang tarbiyah oleh ust.irsyad safar. 27 Mei 2013,