Tags

, , , , , , ,

reader fillah..
berikut beberapa kultwet yang disampaikan oleh ustd. tiffatul sembiring tentang penetapan 1 syawal 1432 kemaren…
mudah2an bermanfaat..

1. Sekedar share ambil pelajaran dari penetapan iedul fithri 1432 H lalu. Mengapa terjadi perbedaan penetapan 1 syawwal. Tdk ada yg salah

2. Muhammadiyah melakukan hisab hasilnya tgl 29/8 tinggi hilal 1° 55 menit dan hisab NU 1° 57 menit. Namun ru’yah tgl 29/8 hilal tdk tampak.

3. Spt sy jelaskan pd tgl 29/8 pagi, ufuk di Indonesia adl laut, shgga ada efek penguapan air laut. Sore2 tampak spt pita merah setinggi 2°

4. Efek tadi menyulitkan pengamatan hilal jika tingginya <2°. Sdgkan di Saudi ufuknya adl padang pasir. Tdk ada penguapan, hilal akan jelas

5. Hasil hisab 1° 55 menit, sulit terlihat, lalu mengapa Saudi lihat hilal tgl 29/8? Pertama: hilal makin ke barat, makin tinggi. Beda 4 jam

6. Kedua, faktor tdk adanya penguapan. Apakah kita boleh beda dg Saudi, jwbnya boleh, sbb belum ada kesepakatan internasional soal ini.

7. Apalagi waktu di bumi ini, mis: antara indonesia dg USA ada yg beda 12 jam, mana yg jadi patokan. Toh, realitanya lebaran aman2 saja

8. Keputusan 1 syawwal 1432 jatuh tgl 31/8/2011 adl hasil sidang itsbat yg melibatkan seluruh ormas2 besar di tanah air. Tidak ada pemaksaan

9. Sekedar usul, kalau ada yg puasa atau lebaran duluan, kalau boleh diumumkannya bareng di sidang itsbat itu. Ini sekedar pendapat pribadi

10. Tapi, kita hrs siap menerima, jika tahun2 berikutnya kembali terjadi perbedaan penetapan 1 ramadhan atau 1 syawwal.

11. Dialog intensif 2 ormas besar NU dan Muhammadiyah tentang hal ini, insya Allah dapat mengurangi efek kebingungan sebagian ummat.

12. Mudah2an bermanfaat, mohon maaf jika ada yg kurang tepat, terimakasih…☺
—————————————-

mudah2n bisa menambah kafaah dan dapat menghindari perdebatan dan bisa meluruskan yang belum lurus..