ayah tidak memberi tahuku bagaimana cara hidup, Dia hidup dan membiarkan aku melihat bagaimana dia melakukannya… (clarence budington kelland)

jika cinta dan perhatian hanya diwakili oleh kata kata maka ayah termasuk orang yang tidak berhati… karena betapa banyak ayah yang sulit dalam mengingkapkan perasaannya bahkan kepada anaknya sendiri… seolah wajahnya selalu sama ketika saat sedih maupun senang.. tapi apakah itu berarti midkin cinta?? jangan terburu – buru. karena ayah punya cara tersendiri dalam mencintai anaknya….

“begitu membuka pintu, aku berharap ayah tertawa lebar karena aku lulus UMPTN. ternyata, setelah kuceritakan hasil kerja kerasku selama ini, ayah seolah tidak berganti ekspresi.. tak kelihatan wajah senang, biasa saja.. beliau hanya bertanya berapa biaya yang dibutuhkan untuk semester pertama..,” cerita Fauzi, mahasiswa sebuah PTN di bandung…

Fauzi kecewa dengan sikap ayahnya, namun belakangan dia tahu bahwa ternyata ayahnya selalu membanggakan prestasinya itu didepan teman-temannya. Ayahnya sangat bangga, tetapi tak diperlihatkan di depan anaknya. seperti Fauzi, kita kebanyakan sering tak memahami sudut pandanga ayah atas kita..UNGKAPAN ayah mewakili
tanggungjawabnya.. itulah kenapa.,respon ayah yang pertama justru soal biaya kuliah.. karena , bagi sang ayah, mimpi anaknya itu tak akan datang tanpa dukungan biaya…

ayah punya cara sendiri dalam mengapresiasi kita…

percayalah, ayah sangat mengerti dan memahami apa yang telah kita capai… ayah sangat memperhatikan anak-anaknya, meski kita sering takmenyadarinya…

said bin mussayyib berkata kepada anaknya :
“sungguh, akan aku tambahkan shalatku karenamu agar aku selalu dijaga (Allah) untukmua.”

“ayah punya cara sendiri dalam mencintai kita”